Archive for the ‘Cerita’ Category
Elang Pengabar
TIBA-TIBA elang itu muncul setelah berbulan-bulan menghilang. Menjelang siang ia tampak melayang tinggi dan berputar mengitari bukit pekuburan. Lengking suaranya ngilu hingga ke kampung. Elang pengabar atau lali parboa, dipercaya menebar jou-jou na holom atau panggilan kematian kepada ruh sesiapa yang...
February 27th, 2010 | Cerita, Cerpen | Read More
Sayap-Sayap Patah
Kupandang sosok mungil yang teronggok di sudut halaman gudang yang gelap itu. Kukerjapkan mataku lagi, tak percaya pada apa yang tersaji di depan pandangku. Mahluk kecil itu seperti anak yang tengah bersedih. Meringkuk bergelung di balik tumpukan kardus-kardus bekas. Wajahnya tersembunyi di balik lengannya...
February 25th, 2010 | Cerita, Cerpen | Read More
Tentang Tiada
MENUNGGU
Tak ada yang berubah di kafe ini. Gebyok kayu yang jadi aling-aling, tetap berada di situ. Seperti cadar pengantin yang malu-malu, lubang-lubang ukirannya mengijinkan mata mencuri intip ke ruang di baliknya. Cahaya merembes lewat celah di antara genteng tanah liat, menggambar lingkaran-lingkaran...
February 24th, 2010 | Cerita, Cerpen | Read More
Yang Kembali Ke Jalan-Nya
Aku tak pernah menyangka akan bisa sehebat ini. Rumahku besar, berhalaman luas. Hartaku banyak, bertumpuk uang di berbagai bank. Istri cantik, dan mungkin akan ditambah seorang-dua. Bukankan ini kenikmatan dunia? Apalagi anak-anakku menunjukkan prestasi seperti kehebatan bapaknya. Romi, anak sulungku,...
February 23rd, 2010 | Cerita, Cerpen | Read More
Gelang dari Kota Tua
Azan magrib mengapung di langit.Sunu membelokkan mobilnya ke sebuah hotel.Tak mau mengambil risiko dalam perjalanan, diputuskannya bermalam di kota kecil itu.
Bukan mudah menyetir mobil sendirian tengah malam, melewati leliku hutan pinus dan jati, menempuh jalan yang berhias lubang di sanasini, bila...
February 21st, 2010 | Cerita, Cerpen | Read More
Di Jarwal, Kutunggu Kematianku
JARWAL masih menyisakan bagian dari kota tua. Gedung-gedung bertingkat terlihat digerogoti usia. Dinding-dindingnya kusam, melepuh seperti kulit terbakar. Di ujung Jalan Al-Sadah, kulihat puncak gunung yang gersang di sebelah barat. Aku terus menapak, belok ke timur lewat Jalan Al-Mahakem hingga tembus...
February 20th, 2010 | Cerita, Cerpen | Read More
Bila Senja Ingin Pulang
Bila senja tiba, perempuan itu melintas di Jalan Casablanca. Lalu dengan hati-hati ia berjingkat menapaki anak tangga jembatan penyeberangan di depan Gedung Sampoerna Strategic Square. Tatapan mata perempuan itu menerawang, seolah mengenang masa-masa kelam. Setelah itu, ia turun kembali menapaki anak...
February 20th, 2010 | Cerita, Cerpen | Read More









