<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wan.web.id &#187; Cerita</title>
	<atom:link href="http://wan.web.id/category/cerita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wan.web.id</link>
	<description>Sharing Tips dan Trik Bisnis Online</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Jul 2010 10:58:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>M e n u n g g u</title>
		<link>http://wan.web.id/m-e-n-u-n-g-g-u.html</link>
		<comments>http://wan.web.id/m-e-n-u-n-g-g-u.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 10:58:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wan.web.id/?p=1763</guid>
		<description><![CDATA[Saiman itu iri kepada anak-anak. Karena anak-anak telah mencuri  mimpi-mimpinya. Lelaki yang tak pernah merasakan masa kanak-kanak itu  dongkol setiap kali saudara atau teman-temannya datang berkunjung dengan  membawa serta anak-anak mereka.
Saiman akan memelotokan mata  kepada anak-anak itu dan terus memperlihatkan wajah yang tak bersahabat  sepanjang kunjungan kerabatanya. Maka itulah, Saiman [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://wan.web.id/m-e-n-u-n-g-g-u.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bidadari Tak Pernah Pulang Pagi</title>
		<link>http://wan.web.id/bidadari-tak-pernah-pulang-pagi.html</link>
		<comments>http://wan.web.id/bidadari-tak-pernah-pulang-pagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 11:59:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wan.web.id/?p=1755</guid>
		<description><![CDATA[Ayah bilang, setiap istri adalah bidadari. Tapi ayah tidak pernah  menjelaskan, bahwa bidadari tak pernah pulang pagi.
**
Aku  memandangi Arale, putriku yang masih berusia 10 bulan. Wajahnya nampak  lucu. Matanya yang lentik sesekali mengedip ke arahku. Gadis kecilku ini  baru saja terdiam setelah 15 menit lalu menangis hebat karena lapar.
Mulut  mungilnya [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://wan.web.id/bidadari-tak-pernah-pulang-pagi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sepasang Mata di Malam Hari</title>
		<link>http://wan.web.id/sepasang-mata-di-malam-hari.html</link>
		<comments>http://wan.web.id/sepasang-mata-di-malam-hari.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 11:57:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wan.web.id/?p=1753</guid>
		<description><![CDATA[Suatu waktu aku ingat perkataan nenek, saat kami datang berdua  mengunjunginya di sebuah rumah di kaki gunung. Sebelum kami sendiri yang  menyaksikan ajalnya tiba. Ia masih tertawa berseri-seri dengan sederet  gigi palsunya. Dengan sepasang mata yang masih ceria. Saat itu, di bawah  aroma kebun teh Goalpara, aku masih mengingatnya ketika aku [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://wan.web.id/sepasang-mata-di-malam-hari.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hujan Air Mata</title>
		<link>http://wan.web.id/hujan-air-mata.html</link>
		<comments>http://wan.web.id/hujan-air-mata.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 11:59:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wan.web.id/?p=1750</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu langit kelabu. Tapi tak cukup kelabu untuk menyurutkan  langkah kaki orang-orang di suatu stasiun kereta. Penunjuk waktu  menunjukkan bahwa tiga puluh menit lagi kereta akan tiba. Aku masih  menunggu. Bukan kereta yang aku tunggu, tetapi Arjuna.
**
Arjuna.  Lelaki itu telah berhasil membiusku dengan pesonanya pada pandangan  pertama. Hampir dua [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://wan.web.id/hujan-air-mata.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>L u k i s a n</title>
		<link>http://wan.web.id/l-u-k-i-s-a-n.html</link>
		<comments>http://wan.web.id/l-u-k-i-s-a-n.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 02:27:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wan.web.id/?p=1740</guid>
		<description><![CDATA[Aku melangkah melewati pintu kaca besar ini untuk ketiga kalinya.  Lukisan bidadari jatuh dari awan masih setia menyambutku. Aku  menyebutnya bidadari karena ia serupa manusia dan bersayap. Lukisan itu  indah. Sangat indah. Tapi bukan lukisan favoritku. Lukisan bidadari itu  terlalu rumit, terlalu bermakna, dan sungguh aku tak bisa mengerti  keseluruhan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://wan.web.id/l-u-k-i-s-a-n.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
