Archive

Archive for the ‘Cerita’ Category

Sang Musafir

February 11th, 2010 wawan No comments

CINTA membuatku bodoh. Sebetulnya aku membenci keadaan ini. Sudah lama aku tidak jatuh cinta. Dan tiba-tiba makhluk gaib itu datang, menyergapku dari belakang, membantingku dengan kasar, jatuhlah aku ke pelaminan.
Aku seorang pengembara, tapi kini aku terjerat tali pernikahan. Bayangkan. Seorang pengembara terjerat tali pernikahan! Pernikahan tanpa janur kuning melengkung, tanpa kelapa gading menggelantung, tanpa setandan [...]

Categories: Cerita, Cerpen Tags: ,

Bagaimana Keadaan Istriku setelah Meninggal ?

February 10th, 2010 wawan No comments

Sebuah Cerita yang saya dapat dari Email teman, Silahkan dibaca
Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. [...]

Categories: Cerita, Renungan Tags: ,

Perempuan Kecil Bermata Belati

February 8th, 2010 wawan No comments

Mulanya hanyalah seorang pengemis kecil yang kudorong dengan kasar sehingga jatuh terduduk ke gundukan batu-batu. Muncul dari sekelompok pengemis yang menunggu para pendaki di tepi jalan setapak menuju Gua Hira, gadis kecil itu mencegatku di deretan paling depan dan langsung menggelayuti sajadahku dengan cengkeraman yang begitu kuat. “Ana miskin…ana miskin…,” rengeknya dengan tatapan mata iba [...]

Categories: Cerita, Cerpen Tags: ,

Sang Hawa Yang Tak Bernama

February 5th, 2010 wawan No comments

Kulihat mata itu masih bersinar di bawah pohon rindang dekat sekolah, setitik kristal tersisa jelas di kacamata yang menempel pada wajah tertutup kain bermotif bunga.
Sebenarnya lelaki itu menegaskan dirinya. Mencoba mengingat-ingat sederet nama yang pernah hadir dalam hidupnya. Nama perempuan-perempuan yang dikenalinya, teman, sahabat bahkan beberapa nama perempuan yang pernah singgah di dada lelaki beralis [...]

Categories: Cerita, Cerpen Tags: ,

Seorang Hujan

February 2nd, 2010 wawan No comments

AKU ingin hidup dalam tubuh seseorang, dalam kenyataan orang lain. Aku tahu itu tidak mungkin. Aku tahu itu sebuah dusta yang berusaha aku buat untuk diriku sendiri. Dusta murahan yang membuat manusia menjadi bahan olok-olok di dapur rumahnya sendiri. Suara panci, piring, gelas dan sendok yang menjadi gaduh.
Tapi aku terus memikirkannya. Berhari-hari. Aku merasa keinginan [...]

Categories: Cerita, Cerpen Tags: ,

Bulan Terkapar di Trotoar

February 1st, 2010 wawan No comments

Bulan terkapar di trotoar. Tubuhnya kotor dan ada bercak-bercak darah pada wajah serta lambung kirinya. Dan, lihatlah, kini ia menggeliat, mencoba untuk bangkit. Mula-mula ia mengangkat kepalanya dan melihat sekeliling. Lalu, memiringkan tubuhnya dan mencoba mengangkat badannya dengan menekankan kedua telapak tangannya ke trotoar. Tapi, usaha itu gagal, tubuhnya kembali rebah. “Ya Allah, apa yang [...]

Categories: Cerita, Cerpen Tags: ,

Surat

February 1st, 2010 wawan No comments

LANGIT senja Jakarta, tak pernah seindah langit Toboali. Tanah kelahiran yang selalu terkenang, sejauh aku melangkah keluar rumah. Biasanya setiap senja tiba aku senang berlama-lama di beranda rumah. Menyaksikan kemilau langit senja, juga burung-burung yang hendak pulang ke sarang.
Setiap senja langit Toboali tak pernah sepi. Tidak seperti langit senja Jakarta. Beribu senja aku lewati tanpa [...]

Categories: Cerita, Cerpen Tags: ,

Perjalanan Terakhir

February 1st, 2010 wawan No comments

“Ini akan menjadi perjalanan yang panjang dan melelahkan,” ujar Noy.
Udara pengab. Kipas angin di atas lorong kereta tak lagi berguna. Satu-satunya harapan hanyalah angin yang menyeruak dari jendela kereta. Derai harmonika mencicit. Ditimpa suara gendang bertalu-talu. Meski terganggu, perpaduan keduanya cukup mengobati luka akibat derita kegerahan ini.
“Ini akan berlangsung selama 12 jam,” desis Noy lagi. [...]

Categories: Cerita, Cerpen Tags: ,

Ketika Senja di Vredeburg

January 30th, 2010 wawan No comments

Beginilah menjelang senja di jantung kota. Sekelompok remaja nongkrong di atas motor model terbaru mereka sambil ngobrol dan tertawa-tawa. Ada juga remaja atau mereka yang beranjak dewasa duduk berdua-dua, di bangku semen, di atas sadel motor, atau di trotoar. Anak-anak kecil berlarian sambil disuapi orang tuanya. Pengamen yang beristirahat setelah seharian bekerja. Dan orang gila [...]

Categories: Cerita, Cerpen Tags: ,

Simpang Ajal

January 30th, 2010 wawan No comments

SELESAI sudah tugas Montenero. Karenanya, kini ia tinggal bunuh diri. Bunuh diri! Itu saja. Betapa tidak! Ia telah membunuh tiga orang itu sekaligus. Ya, tiga orang. Santa, orang yang dengan serta-merta memenggal kepala bapaknya ketika bapaknya menolak menandatangani selembar kertas yang berisi surat perjanjian untuk terikat dengan sebuah partai. Lantas Denta, yang ketika pembunuhan itu [...]

Categories: Cerita, Cerpen Tags: ,