Home > Renungan Bang Andi > Renungan Bang Andi – Tanggal Tua

Renungan Bang Andi – Tanggal Tua

Seperti hukum kekekalan massa pada fisika yang kita pelajari waktu masih sekolah dulu, bahwa sebenarnya suatu benda itu tetap massanya hanya berubah bentuk atau wujud. Sampeyan pasti bingung saya ngomongin apa ya tho ? Ini ada kaitannya dengan pengalaman pribadi saya sekaligus pembuktian tentang sedekah atau shodaqoh … lalu apa mangsudnya .. yo sik sabar sithik tho !

Begini, beberapa waktu yang lalu saya pulang kantor, sampai di pinggir jalan yang biasa naik bus saya merogoh kantong kemeja dan celana tak ada uang sama sekali ! Di dalam tas kerja saya juga hanya ada 500 perak … astaghfirullah. Tapi sejenak kemudian saya bersyukur alhamdulillah belum terlanjur naik bus …. Coba kalau sudah naik bus trus kondektur nagih uang …. Mau bayar pakai apa ? bayar pakai ciuman ? huahaha …
Terbengong-bengong di pinggir jalan, saya kok teledor sekali hari ini. Sementara ATM sudah tinggal hold amount yang tidak bisa diambil lagi … subhanallah ! Mau pinjam uang kebetulan tidak ada yang kenal di sekitar situ …. Lagian gak enak hati … Ingatan saya berputar kembali ke tadi berangkat kantor, rasanya saya bawa uang cukup. Kecopetankah ? Rasanya tidak juga, tapi kemudian saya ingat …. Ooo iya, saya tadi lihat seorang ibu-ibu setengah baya memakai seragam menyala menyapu jalanan ketika turun dari buskota…. Tanpa mikir tangan saya mencari sisa uang yang ada di saku, entah berapa besarnya langsung saya berikan kepada ibu-ibu penyapu jalan itu … Perasaan saya toh uang buat pulang masih ada di saku celana…. Ternyata itulah uang terakhir saya bulan ini… maksudnya uang transport  kerja gitu, karena makan siang bawa dari rumah ….  Ya sudah moga-moga itu berguna bagi ibu itu. Tapi persoalannya kalau jalan kaki kerumah saya cukup jauh, Jakarta – Tangerang kan lewat jalan Tol ! Kembalilah saya terbengong seraya memandang langit…. Ya Allah, ampunilah saya.
Tetapi itu hanya berlangsung beberapa menit, tiba-tiba suara klakson mobil kencang terdengar di samping saya … Diiin diiiin !! Kaca pintu mobil itu terbuka, ternyata sahabat saya yang sudah lama sekali tidak bertemu dialah yang didalam mobil itu ! Alhamdulillah, ternyata dia sekarang tinggal di Tangerang juga menawariku ikut di mobilnya…..  Bayangkan 5 tahun lebih tak ketemu, beliau ini sekarang sudah menjadi orang yang berada. Dulu saya sering bersama berangkat ke kantor, beliau nebeng mobil saya. Kini silaturrahmi kami tersambung kembali ….. sepanjang jalan kami berbincang bernostalgia dan bercanda. Tak terasa sampailah sudah di dekat rumah saya ! Alhamdulillah …. dengan tanpa keluar uang sepeserpun saya bisa pulang sampai rumah… Allah mengirim kepada saya seorang sahabat lama, menyambung silaturrahmi dan membawa saya pulang ke rumah…
Sampai di rumah saya langsung sholat maghrib, kemudian ketika dzikir ‘alhamdulillah’ 33 kali saya baru teringat kembali … sisa uang saya itukah yang tak seberapa dan ada di tangan ibu penyapu jalan itu sungguh telah mengajariku, bahwa kita tidak perlu takut untuk bersedekah. Dikala sempit dan lapang, karena sesungguhnya Allah maha pemberi rizqi…. Seperti akhir sebuah ayat di surat al-Jumu’ah “wallahu khoirur rooziqiin” .. dan Allah adalah sebaik-baik pemberi rizqi …
Terima kasih ya Allah, pelajaran itu telah kudapatkan …

(Catatan tentang hukum kekalan massa dan sedekah)

Andi Rosano
andi_rosano@yahoo.com

Tidak ada artikel yang berkaitan.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
CommentLuv Enabled