February 25th, 2010
wawan
Kupandang sosok mungil yang teronggok di sudut halaman gudang yang gelap itu. Kukerjapkan mataku lagi, tak percaya pada apa yang tersaji di depan pandangku. Mahluk kecil itu seperti anak yang tengah bersedih. Meringkuk bergelung di balik tumpukan kardus-kardus bekas. Wajahnya tersembunyi di balik lengannya yang terlipat di lutut yang tertekuk ke tubuhnya. Ada benda seperti [...]
February 24th, 2010
wawan
MENUNGGU Tak ada yang berubah di kafe ini. Gebyok kayu yang jadi aling-aling, tetap berada di situ. Seperti cadar pengantin yang malu-malu, lubang-lubang ukirannya mengijinkan mata mencuri intip ke ruang di baliknya. Cahaya merembes lewat celah di antara genteng tanah liat, menggambar lingkaran-lingkaran acak di lantai terakota. Angin mengisik. Bau debu mengambang samar di udara, [...]
February 23rd, 2010
wawan
Aku tak pernah menyangka akan bisa sehebat ini. Rumahku besar, berhalaman luas. Hartaku banyak, bertumpuk uang di berbagai bank. Istri cantik, dan mungkin akan ditambah seorang-dua. Bukankan ini kenikmatan dunia? Apalagi anak-anakku menunjukkan prestasi seperti kehebatan bapaknya. Romi, anak sulungku, telah bekerja di perusahaan ekspor-impor dengan gaji hampir menyamaiku. Ruhut, si tengah, masih kuliah, namun [...]
February 21st, 2010
wawan
Azan magrib mengapung di langit.Sunu membelokkan mobilnya ke sebuah hotel.Tak mau mengambil risiko dalam perjalanan, diputuskannya bermalam di kota kecil itu. Bukan mudah menyetir mobil sendirian tengah malam, melewati leliku hutan pinus dan jati, menempuh jalan yang berhias lubang di sanasini, bila tubuh sejak tadi mengirim sinyal letih. Setiap mengurus bisnis mebelnya di luar kota, [...]
February 20th, 2010
wawan
JARWAL masih menyisakan bagian dari kota tua. Gedung-gedung bertingkat terlihat digerogoti usia. Dinding-dindingnya kusam, melepuh seperti kulit terbakar. Di ujung Jalan Al-Sadah, kulihat puncak gunung yang gersang di sebelah barat. Aku terus menapak, belok ke timur lewat Jalan Al-Mahakem hingga tembus ke Jalan Al-Tayssir. Di Jarwal, kulihat langit memucat seperti kain kafan terbentang. Sesekali terlihat [...]
February 20th, 2010
wawan
Bila senja tiba, perempuan itu melintas di Jalan Casablanca. Lalu dengan hati-hati ia berjingkat menapaki anak tangga jembatan penyeberangan di depan Gedung Sampoerna Strategic Square. Tatapan mata perempuan itu menerawang, seolah mengenang masa-masa kelam. Setelah itu, ia turun kembali menapaki anak tangga jembatan penyeberangan. Petang ini hujan turun gerimis. Deras hujan telah reda beberapa waktu [...]
February 20th, 2010
wawan
Yang hidup di tepi laut, tak takut menyambut maut. Tapi ia, juga orang-orang yang tubuhnya telah lama tertanam dan tumbuh-biak-berakar di kampung nelayan ini, adalah sekelompok paranoid, yang menanggung kecemasan pada dua frasa. Dua frasa ini merupa hantu, bergentayangan, menyusup, menyelinap, dan acapkali hadir dalam sengkarut mimpi, mengganggu tidur. Dan saat bayangannya hadir, ia membawa [...]
February 17th, 2010
wawan
Sebuah Cerpen Karya : Yeni Andriaty Teruntuk: Lelakiku Tercinta, Sayang, malam ini kembali kuteteskan airmata di bantalku, setelah sebelumnya aku menangis ketika bersimpuh menghadap-Nya. Ketika kuyakini bahwa Tuhan tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan umat-Nya, namun dalam keadaan yang seperti ini aku sungguh merasa jika cobaan ini terlalu berat untuk aku pikul sendirian. [...]
February 17th, 2010
wawan
MENGGIGIL tubuh Rasti, berjalan cepat menerobos udara subuh. Berkali-kali ia mengeratkan jaket, berusaha mengusir dingin. Kabut masih mengeremang di udara, terkadang menghalang pandang mata Rasti yang sembab merah. Semalam Rasti hanya tidur beberapa jam. Beberapa jam yang sangat menggelisahkan. Pandu, anak laki-laki semata wayangnya sudah dua hari demam, tergolek di atas ranjang. Tapi bukan itu [...]
February 16th, 2010
wawan
Dan kamu hanya tersenyum…kaku…itu yang kulihat. kupandang terus…terus…dan terus…15 menit lamanya…aku mencoba mengadukan pandanganku dengan bola matamu…sesekali aku menunduk..malu..kemudian mencoba kembali tengadah..meskipun akhirnya kembali tertunduk. dalam hati tidak kuasa berucap…”subhanalloh…sunguh indah ciptaan-Mu ini ya rabb..ijinkan aku selalu dapat memandanginya…meskipun hanya lewat bingkai kecil…aku harap ini bukan dosa..” Katanya..beradu pandangan untuk pertama kali dengan wanita itu [...]
Komentar Terbaru