<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wan.web.id &#187; Novel</title>
	<atom:link href="http://wan.web.id/tag/novel/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wan.web.id</link>
	<description>Sharing Tips dan Trik Bisnis Online</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Aug 2010 12:58:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Perempuan dan Cincin di Jarinya (bag. 3)</title>
		<link>http://wan.web.id/perempuan-dan-cincin-di-jarinya-bag-3.html</link>
		<comments>http://wan.web.id/perempuan-dan-cincin-di-jarinya-bag-3.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 16:46:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wan.web.id/?p=675</guid>
		<description><![CDATA[“Lupakan saja, May.” Sahutnya tegas. “Tapi, Sis … ak …” “Lupakan, kataku! Bagaimanapun kamu tidak mengenalnya lebih jauh dari itu. Lupakan saja.” Maya terkejut, sekaligus tidak senang dengan reaksi sahabatnya itu. Apa-apaan Siska? Seenaknya saja memupuskan harapan yang kini tengah terbangun perlahan tapi pasti di dalam hatinya. “Kamu nggak berhak melarang aku, Sis. Aku sudah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://wan.web.id/perempuan-dan-cincin-di-jarinya-bag-3.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perempuan dan Cincin di Jarinya (bag. 2)</title>
		<link>http://wan.web.id/perempuan-dan-cincin-di-jarinya-bag-2.html</link>
		<comments>http://wan.web.id/perempuan-dan-cincin-di-jarinya-bag-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 16:44:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>
		<category><![CDATA[Poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wan.web.id/?p=673</guid>
		<description><![CDATA[Siska menyeruput lemon tea yang mulai terasa hambar. Ia menarik napas dalam-dalam. “Jadi … selama ini … Karin … dan yang membuat kamu adi aneh … ck … cincin kawin!” Siska berkomentar tak jelas. Seketika ia langsung merasa kasihan pada Maya. Seorang wanita karir yang masih single, dengan segudang kesuksesan, memiliki sifat supel dan menyenangkan, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://wan.web.id/perempuan-dan-cincin-di-jarinya-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Segelas Susu</title>
		<link>http://wan.web.id/segelas-susu.html</link>
		<comments>http://wan.web.id/segelas-susu.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 14:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wan.web.id/?p=689</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://wan.web.id/segelas-susu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Nyata &#8211; Cinta Bersemi setelah 40 tahun berpisah</title>
		<link>http://wan.web.id/kisah-nyata-cinta-bersemi-setelah-40-tahun-berpisah.html</link>
		<comments>http://wan.web.id/kisah-nyata-cinta-bersemi-setelah-40-tahun-berpisah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 16:51:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>
		<category><![CDATA[Poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wan.web.id/?p=677</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari yang gelap di musim gugur 1942, udara dingin, sangat dingin. Hari itu tak ada bedanya dengan hari-hari lain di kamp konsentrasi Nazi. Aku berdiri menggigil dalam pakaian compang-camping yang tipis, masih tak percaya bahwa mimpi buruk ini benar-benar terjadi. ku hanya seorang anak laki-laki. Seharusnya aku bermain-main bersama kawan-kawanku; seharusnya aku pergi [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://wan.web.id/kisah-nyata-cinta-bersemi-setelah-40-tahun-berpisah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perempuan dan Cincin di Jarinya (Bag.1)</title>
		<link>http://wan.web.id/perempuan-dan-cincin-di-jarinya-bag-1.html</link>
		<comments>http://wan.web.id/perempuan-dan-cincin-di-jarinya-bag-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 16:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>
		<category><![CDATA[Poetry]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wan.web.id/?p=670</guid>
		<description><![CDATA[Jangan bicarakan lagi soal menunggu. Maya sudah menunggu terlalu lama dan kepingan hati yang berharap itu sudah seringkali cemas. Wanita yang telah lama beranjak dari usia belia itu sudah melewati kepala tiga dan masih saja sendiri. Belakangan tampaknya sifat Maya pun mulai berubah. Senyum ceria dan celoteh panjang menjadi barang langka. Ia tampak makin serius [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://wan.web.id/perempuan-dan-cincin-di-jarinya-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
