Archive

Posts Tagged ‘Poetry’

Perempuan dan Cincin di Jarinya (bag. 2)

January 8th, 2010 wawan 2 comments

Siska menyeruput lemon tea yang mulai terasa hambar. Ia menarik napas dalam-dalam.
“Jadi … selama ini … Karin … dan yang membuat kamu adi aneh … ck … cincin kawin!” Siska berkomentar tak jelas. Seketika ia langsung merasa kasihan pada Maya. Seorang wanita karir yang masih single, dengan segudang kesuksesan, memiliki sifat supel dan menyenangkan, yang [...]

Categories: Cerita, Novel Tags: , , , ,

Kisah Nyata – Cinta Bersemi setelah 40 tahun berpisah

January 6th, 2010 wawan No comments

Pada suatu hari yang gelap di musim gugur 1942, udara dingin, sangat dingin. Hari itu tak ada bedanya dengan hari-hari lain di kamp konsentrasi Nazi. Aku berdiri menggigil dalam pakaian compang-camping yang tipis, masih tak percaya bahwa mimpi buruk ini benar-benar terjadi.
ku hanya seorang anak laki-laki. Seharusnya aku bermain-main bersama kawan-kawanku; seharusnya aku pergi ke [...]

Categories: Cerita, Renungan Tags: , , , ,

Perempuan dan Cincin di Jarinya (Bag.1)

January 6th, 2010 wawan No comments

Jangan bicarakan lagi soal menunggu. Maya sudah menunggu terlalu lama dan kepingan hati yang berharap itu sudah seringkali cemas. Wanita yang telah lama beranjak dari usia belia itu sudah melewati kepala tiga dan masih saja sendiri. Belakangan tampaknya sifat Maya pun mulai berubah. Senyum ceria dan celoteh panjang menjadi barang langka. Ia tampak makin serius [...]

Categories: Cerita, Novel Tags: , , , ,

Cinta Laki-Laki Biasa

January 6th, 2010 wawan No comments

Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.
Kenapa? Tanya mereka di hari [...]

Categories: Cerita, Cerpen Tags: , , , ,

Malaikat Putih nan Kurus

January 3rd, 2010 wawan No comments

Puntung kedelapan telah aku ludahi, sementara asap yang menari tak mampu jelmakanmu. Walau antara debar jantung dan nikotin sama ganasnya, rindu tak mampu jadi jantan. Nista berkutang harap-harap, menyembul bagai bisul berputing tiga. Dan nadi mencari kanal, menunggu tengkulak yang mengangkang. Benih-benih telah ditanam setelah tanah lama mematung diri.
Dan mentari tatap sela lubang berkarat, teropong [...]

Categories: Cerita, Cerpen Tags: , , , ,

Sepucuk Surat Untuk Temanku ….

January 3rd, 2010 wawan No comments

Hari ini awal tahun. Resolusi. Ya, nyaris semua orang berpikir tentang resolusi apa yang akan dibuat saat menapak tahun yang baru ini. Dari setumpuk harapan untuk sukses, sehat, kaya, keren, terkenal, hebat, tentu kenyamananlah yang menjadikan tempat kita bertumpu. Kenyamanan batin yang mahal sekali karena tak ‘kan begitu mudah terbeli dengan apapun. Kenyamanan mencintai seseorang, [...]

Categories: Cerita, Cerpen Tags: , ,

Biarlah yang Miskin Berkata, “Aku Kaya!”

January 1st, 2010 wawan No comments

ini sebuah artikel yang di kirim oleh Bapak Agustian Husin, yang saya copy dari Note’s FB kawan saya Asdianto Lihawa, semoga artikel menjadi intropeksi dan muhasabah bag dirii kita di tahun baru 2010.
Suatu hari, seorang ayah dari keluarga yang sangat kaya membawa anaknya bepergian ke suatu daerah yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian. [...]

Categories: Cerita, Renungan Tags: , , ,

Surat Kedelapan

December 31st, 2009 wawan No comments

Aku tak biasa menulis surat. Tak biasa merangkai kata-kata yang bisa dikategorikan ‘indah’. Tak biasa mengungkapkan pelbagai rasa meski hanya dalam sebuah huruf ‘a’ yang dituangkan dalam lembar kosa, apalagi lebih itu.
Tapi aku pernah menuliskan tujuh buah surat yang sayangnya tak pernah kukirimkan kepada dia yang kutuju. Sebab aku malu. Aku malu jika aku harus [...]

Categories: Cerita, Cerpen Tags: , , , ,

Cerita Cinta Daun, Pohon dan Angin

December 28th, 2009 wawan No comments

Alasan mengapa orang2 memanggilku “Pohon” karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. Aku telah berpacaran sebanyak 5 orang wanita ketika aku masih di SMA. Ada satu wanita yang aku sangat aku cintai, tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya.

Categories: Cerita, Renungan Tags: , , , ,

Restu Bumi IBU

December 22nd, 2009 wawan No comments

Aku sang benih yang terlempar dari paruh pipit kecil dan tertanam dalam rahim bumi ibuku. Merengek dalam hangat liat perutnya, tumbuh mengembang dalam kasih saying tak terbendung bumi ibuku.
Aku sang janin, dan kini bumilah ibu ku, tempat ku menumpang hidup, tempat ku mendapatkan makan dari sari pati manis rahim ibu ku, menghisapnya untuk ku tumbuh, [...]